Budaya ke warung kopi Sebagai Wadah Dialektis Pengetahuan



Budaya ke warung kopi Sebagai Wadah Dialektis PengetahuanMahasiswa identic dengan kaum intelektual yang mempunyai peran penting untuk menjawab persoalan sosial di masyarakat. Hal itupun dilihat karena mahasiswa mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi daripada siswa.

Mahasiswa mempunyai kreatifitas tersendiri dalam memperoleh pengetahuanya, baik membaca, diskusi, serta ketika santai sambil ngopi. Ketika ngopi biasanya mahasiswa berkumpul untuk mendiskusikan satu persoalan yang ada direalitas sosial, keadaan itupun dianggap memberikan suasana yang nyaman untuk saling bertukar pendapat.

Terkadang, mahasiswa menghabiskan waktu sampai berjam-jam diwarung kopi untuk sekedar mendapatkan informasi, maka tak heran jika kita lihat , walaupun jam sudah menunjukan waktu pagi warung-warung kopi masih dipadati oleh mahasiswa.

Kita ambil contoh, misalnya warung kopi Blandongan yang beralamat di daerah Sorowajan Bantul, warung kopi Blandongan mempunyai Slogan Senayan ke 2 (dua), hal itu akibat dari banyaknya mahasiswa yang menghabiskan waktu disana sambil bertukar Informasi juga saling bertukar pendapat.

Dengan demikian, jika kita melihat budaya tersebut, ada suatu kecenderungan yang dilakukan mahasiswa untuk selalu memanfaatkan waktu agar selalu aktif dalam mengelurkan gagasan maupun Informasi.

Budaya pergi ke warung kopi, jangan sampai sekedar menjadi  ajang untuk menghabiskan waktu luang semata, tanpa ada manfaat untuk berdialektik didalamnya. Jika hanya sekedar ngopi, maka di Rumah, Kos maupun Kontrakan kita bisa melakukan hal itu, tidak usah jauh-jauh untuk pergi ke warung kopi.

Dengan begitu, budaya Ngopi harus selalu kita lestarikan sebagai wadah dialektika pengetahuan, agar tanggung jawab yang diberikan pada mahasiswa sebagai perubah tantanan sosial, pengontrol kebijakan pemerintah, setidaknya tidak hanya putus pada harapan masyarakat semata.

Selmatakan Mahasiswa dari Kekurangan Kopi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Budaya ke warung kopi Sebagai Wadah Dialektis Pengetahuan"

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjugi blog saya, silakan tinggalkan komentar.